PEMAHAMAN MASYARAKAT SIMATANIARI, KECAMATAN PAHAE JULU TENTANG HAGABEON SEBAGAI UKURAN KELUARGA YANG SEMPURNA
Kata Kunci:
Hagabeon, Kesempurnaan KeluargaAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya anggapan bahwa ukuran kesempurnaan sebuah keluarga terletak pada jumlah dan kelengkapan anak yang dimiliki (hagabeon). Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan secara dogmatis bahwa keberadaan anak merupakan berkat dari Tuhan, tetapi tidak menjadi ukuran kesempurnaan sebuah keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui wawancara dan metode kuantitatif melalui penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Simataniari memahami bahwa keberadaan anak dan banyaknya keturunan merupakan ukuran kesempurnaan keluarga yang diyakini dapat mendatangkan kebahagiaan. Penulis menyimpulkan bahwa filosofi hagabeon tidaklah keliru, tetapi perlu dipahami bahwa kesempurnaan sebuah keluarga terletak pada keharmonisan hubungan dengan Tuhan dan antaranggota keluarga. Oleh karena itu, gereja disarankan untuk memberikan pemahaman kepada jemaat bahwa hagabeon atau kelengkapan keturunan tidak boleh dijadikan dasar untuk merendahkan orang lain maupun menimbulkan perdebatan dalam kehidupan kekerabatan dan masyarakat.


