HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA
Kata Kunci:
Pendidikan Kewarganegaraan, Kemampuan Komunikasi, Keterampilan Berbicara, Siswa, Pembelajaran PartisipatifAbstrak
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, sikap demokratis, dan kompetensi warga negara yang baik (good citizenship). Salah satu kompetensi penting yang turut dibentuk melalui pembelajaran PKn adalah kemampuan komunikasi siswa, baik dalam bentuk komunikasi lisan maupun tulisan, yang mencakup keterampilan menyampaikan pendapat, berdiskusi, bermusyawarah, mendengarkan secara aktif, serta menyelesaikan konflik secara damai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual hubungan antara pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan kemampuan komunikasi siswa di sekolah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu menelaah dan mensintesis berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan dan diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021-2026). Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PKn yang dirancang secara partisipatif, melalui metode diskusi, musyawarah, debat, bermain peran, dan pembelajaran berbasis masalah, memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan komunikasi siswa. Faktor pendukung meliputi iklim kelas yang demokratis, peran guru sebagai fasilitator, serta pemanfaatan media dan teknologi digital dalam pembelajaran. Sebaliknya, pembelajaran yang bersifat teacher centered dan berorientasi hafalan cenderung menghambat berkembangnya kemampuan komunikasi siswa. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa PKn tidak hanya berfungsi sebagai wahana penanaman nilai kebangsaan, tetapi juga sebagai sarana pengembangan keterampilan komunikasi abad ke-21 yang dibutuhkan siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


