EDUKASI PEMANFAATAN NON FARMAKOLOGI DALAM MENGURANGI DISMENOREA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA DI INSTITUT KESEHATAN DAN TEKNOLOGI JAINUDDIN
Kata Kunci:
Dismenorea, Remaja, Edukasi KesehatanAbstrak
Dismenorea (dysmenorrhea) berasal dari bahasa yunani. Kata dys yang berarti sulit, nyeri, abnormal; meno yang berarti bulan; dan orrhea yang berarti aliran. Dismenorea adalah kondisi medis yang terjadi sewaktu haid/menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas dan memerlukan pengobatan yang ditandai nyeri atau rasa sakit di daerah perut maupun panggul (Judha, 2020). Dampak disminorea pada remaja putri meliputi rasa nyaman terganggu, aktifitas menurun, pola tidur terganggu, selera makan terganggu, hubungan interpersonal terganggu, kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan dan belajar, nyeri. Nyeri juga mempengaruhi status emosional terhadap alam perasaan remaja yang mengalami disminore pada saat menstruasi membatasi aktivitas harian mereka khususnya aktivitas belajar di sekolah (Marmi, 2018).Untuk mengatasi masalah pada remaja, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani permasalahan kesehatan dengan membentuk Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja. Program tersebut dapat menjadi upaya pemerintah untuk lebih mensosialisaikan sekaligus memberikan solusi pada permasalahan ini. Progam ini juga dapat dilaksanakan di berbagai tempat seperti Puskesmas, Rumah Sakit atau dimana saja saat remaja berkumpul dan akan tetapi belum semua Puskesmas atau Rumah Sakit melakukan program tersebut. Kegiatan PKPR juga masih terbatas pada penyuluhan disekolah dengan materi Kesehatan Reproduksi Remaja. Program yang diwujudkan oleh PKPR yaitu tugas pelayanan kesehatan reproduksi remaja, meningkatkan kegiatan remaja yang mengalami atau memiliki masalah khusus, peningkatan dukungan kegiatan remaja yang positif, memberikan edukasi tentang kesehatan remaja (Nurjanah, 2023) Pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini mendapatkan antusias dari para remaja dengan hasil peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil pretest sebelum pemberian materi dan posttest setelah pemberian materi.


