GAMBARAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA DI KOTA KUPANG

Penulis

  • Maria Griselda Sumbi Universitas Nusa Cendana Kupang Penulis
  • Dian Lestari Anakaka Universitas Nusa Cendana Kupang Penulis
  • Theodora Takalapeta Universitas Nusa Cendana Kupang Penulis

Kata Kunci:

Remaja, Perceraian Orang Tua, Kesejahteraan Psikologis

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesejahteraan psikologis remaja yang mengalami perceraian orang tua. Menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, lima remaja usia 18– 21 tahun diwawancarai untuk memahami respons emosional dan proses adaptasi mereka. Analisis tematik mengungkap aspek-aspek dari dimensi kesejahteraan psikologis Ryff, yaitu penerimaan diri, otonomi, hubungan positif, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pengembangan pribadi. Dukungan dari teman sebaya dan anggota keluarga ditemukan berperan penting dalam pemulihan emosional. Temuan ini menunjukkan adanya resiliensi pada remaja dalam menghadapi disfungsi keluarga serta memberikan implikasi terhadap sistem dukungan kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara mendalam untuk mengetahui gambaran kesejahteraan psikologis pada remaja yang mengalami perceraian orang tua di Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari lima remaja berusia 18 hingga 21 tahun yang terpilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua partisipan mengalami gangguan emosional setelah mengetahui perceraian orang tua mereka, seperti perasaan sedih, marah, kebingungan, dan rasa malu. Namun, seiring waktu, semua partisipan menunjukkan adaptasi dan perkembangan diri yang bervariasi. Temuan penelitian ini mengungkap bahwa dimensi kesejahteraan psikologis Ryff, seperti penerimaan diri, hubungan positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi, muncul dalam berbagai bentuk pada partisipan. Meskipun tantangan emosional yang signifikan, dukungan dari teman sebaya dan keluarga berperan penting dalam proses pemulihan mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya peran dukungan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja yang berasal dari keluarga bercerai. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih dari berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan mental, untuk mendukung kesejahteraan psikologis remaja dalam menghadapi disfungsi keluarga.

Unduhan

Diterbitkan

2025-05-13