HUBUNGAN KONSUMSI LAUK HEWANI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS JATIBARANG KABUPATEN INDRAMAYU
Kata Kunci:
Lauk Hewani, Stunting, Balita, Asupan MakanAbstrak
Latar belakang: Stunting merupakan kondisi masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama terutama pada masa 1000 PHK atau periode emas (golden age). Menurut Kemenkes RI tahun 2023 di provinsi Jawa Barat angka balita dengan stunting masih >14% yaitu sebesar 21,7%. Prevalensi stunting di Kabupaten Indramayu sebesar 18,4%. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting adalah asupan gizi balita yang tidak adekuat, balita yang mudah terserang penyakit infeksi, pola asuh yang kurang baik dan rendahnya kemampuan untuk membeli bahan pangan berkualitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi lauk hewani dengan kejadian stunting pada balita usia 2 – 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Jatibarang Kabupaten Indramayu. Metode: Penelitian ini berbasis data primer. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 2 – 5 tahun yang tersebar di 8 desa dengan jumlah sebanyak 73 ibu balita. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan menyesuaikan kriteria inklusi dan eklusi. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner Semi Kuantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk mengukur tingkat konsumsi lauk hewani pada balita sedangkan untuk hasil Z-Score dilakukan pengukuran langsung menggunakan microtoise. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan rata-rata asupan protein balita sebesar 37,2 gr dan rata-rata z-score TB/U balita adalah -1,22 SD, nilai tersebut masuk dalam kategori normal. Sedangkan hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai p value 0,5494 > 0,05. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa konsumsi lauk hewani tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 2 – 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Jatibarang Kabupaten Indramayu


