TRADISI OKOMAMA: MENGGALI MAKNA PSIKOLOGI HUMANISTIK DALAM TRADISI ATOIN METO DI DESA OEBOLA LUAR KECAMATAN FATULEU KABUPATEN KUPANG

Penulis

  • Florante Marjo Metkono Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, Maumere Penulis

Kata Kunci:

Kubudayaan, Okomama, Makna, Psikologi Humanistik, Atoin Meto

Abstrak

Tradisi Okomama merupakan sebuah kebiasaan yang masih dipelihara hingga saat ini oleh atoin meto yang ada di Desa Oebola Luar, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Dalam artikel ini, akan menggali makna psikologis dari tradisi okomama yang ditemukan dalam penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna psikologis humanistik yang terdapat dalam tradisi okomama, di Desa Oebola Luar, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Sasaran dari penelitian ini adalah atoin meto atau masyarakat desa Oebola Luar, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan melalui wawancara via whatsapp, maupun telaah kepustakaan. Hasilnya, dalam tradisi okomama di Desa Oebola Luar, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, ditemukan bahwa sebuah perilaku yang dilakukan oleh otoin meto, dalam hal ini kebiasaannya menyodorkan okomama merupakan pilihan perilaku yang ia buat dengan maksud yang baik. Dengan demikian makna psikologi humanistik yang ditampilkan dalam perilaku ini ialah otoin meto sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kemuliaan dan martabat manusia. Dalam hal ini, tradisi ini merupakan hal yang baik yang harus tetap dipelihara guna tercapainya perilaku kemanusiaan

Unduhan

Diterbitkan

2024-11-13