Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Antibiotik Terhadap Pasien Anak Dengan ISPA di Instalasi Rawat Jalan RSUD Embung Fatimah Kota Batam

Penulis

  • Suci Fitriani Sammulia Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis
  • Rastria Meilanda Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis
  • Aisyah Salsabila Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis

Kata Kunci:

Antibiotik, Rasionalitas, ISPA, Gyssens, ATC/DDD

Abstrak

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang paling sering terjadi pada anak-anak dan menjadi penyebab utama morbiditas di Indonesia. Antibiotik sering digunakan sebagai terapi, namun penggunaan yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola dan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan ISPA di Instalasi Rawat Jalan RSUD Embung Fatimah Kota Batam tahun 2024 menggunakan metode Gyssens serta ATC/DDD. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data retrospektif melalui rekam medis, melibatkan 67 pasien sebagai sampel. Analisis dilakukan secara kualitatif menggunakan metode Gyssens dan secara kuantitatif dengan sistem ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (59,7%) dengan kelompok usia dominan 0–5 tahun (74,63%). Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Cefixime (64,18%), diikuti Cefadroxil dan Amoxicillin, dengan bentuk sediaan terbanyak berupa sirup dan lama terapi umum selama enam hari. Berdasarkan ATC/DDD, Cefixime memiliki tingkat penggunaan tertinggi sebesar 492,61 DDD/1.000 pasien rawat jalan. Penilaian Gyssens menunjukkan sebagian besar penggunaan antibiotik termasuk kategori 0 (rasional), sedangkan sebagian kecil masuk kategori IIA (ketidaktepatan dosis) dan IIIB (durasi terapi terlalu singkat).

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-13