Analisis Perbandingan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kekosongan Obat di Puskesmas BLUD dan Non-BLUD Kabupaten Bintan
Kata Kunci:
Kekosongan Obat, Puskesmas BLUD, Puskesmas Non-BLUDAbstrak
Ketersediaan obat merupakan indikator penting mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Ketidaktersediaan obat atau stockout dapat mengganggu proses pengobatan, menurunkan kepercayaan pasien terhadap fasilitas kesehatan, dan berpotensi menimbulkan dampak klinis serius akibat tertundanya terapi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kekosongan obat serta perbedaan penyebabnya antara Puskesmas BLUD dan Non-BLUD di Kabupaten Bintan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari dua Puskesmas, yaitu BLUD Kijang dan Non-BLUD Sei Lekop, dengan total 77 responden. Data diperoleh melalui kuesioner dan dokumen LP-LPO serta RKO, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat faktor yang mempengaruhi kekosongan obat di kedua Puskesmas BLUD dan Non- BLUD. Hasil uji Mann Whitney-U Test pada Puskesmas BLUD menunjukkan nilai p = 0,590 dan Puskesmas Non-BLUD menunjukkan nilai p = 0,847 dimana menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kekosongan obat antara Puskesmas BLUD dan Non-BLUD di Kabupaten Bintan.


