Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol, Etil Asetat, Dan N-Heksan Daun Pecut Kuda Terhadap Trichophyton Rubrum

Penulis

  • Eka Friska Argaini Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis
  • Tommy Julianto Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis
  • Rastria Meilanda Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis

Abstrak

Dermatofitosis merupakan infeksi kulit akibat jamur dermatofita yang menyerang jaringan berkeratin seperti kulit, rambut, dan kuku. Trichophyton rubrum adalah spesies yang paling sering menyebabkan dermatofitosis kronis dan memiliki potensi resistensi terhadap antijamur sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis) terhadap Trichophyton rubrum. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan metode difusi cakram. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan Konsentrasi uji ekstrak yaitu 3529 μg/disk, 5000 μg/disk, 6666 μg/disk, dan 8560 μg/disk dengan kontrol positif ketokonazol 30 μg/disk dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil uji ekstrak etanol dan n-heksan daun pecut kuda tidak menunjukkan adanya aktivitas antijamur terhadap Trichophyton rubrum, dan ekstrak etil asetat daun pecut kuda menunjukkan aktivitas antijamur dengan diameter zona hambat sebesar 13 mm (6666 μg/disk), dan 14 mm (8560 μg/disk). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etil asetat daun pecut kuda memiliki aktivitas antijamur terhadap Trichophyton rubrum. Sedangkan ekstrak etanol dan n-heksan daun pecut kuda tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap Trichophyton rubrum

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-13