Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Andong (Cordyline Fruticosa) Sebagai Terapi Adjuvan Terhadap Mencit Diabetes Melitus Yang Diterapi Metformin
Kata Kunci:
Cordyline Fruticosa, Diabetes Melitus, Metformin, Terapi AdjuvanAbstrak
Diabetes melitus adalah suatu gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal fisiologis. Metformin digunakan sebagai terapi lini pertama pada penderita diabetes melitus tipe 2. Salah satu tanaman obat yang berpotensi digunakan sebagai terapi adjuvan adalah daun andong (Cordyline fruticosa), yang diketahui mengandung senyawa flavonoid dan saponin dengan aktivitas farmakologis sebagai agen antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian ekstrak daun andong sebagai terapi adjuvan terhadap metformin dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan. Desain penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan pretest-posttest group design, melibatkan 32 ekor mencit jantan serta tambahan cadangan sebesar 10%, sehingga total mencit yang digunakan berjumlah 36 ekor. Hewan uji dibagi menjadi delapan kelompok perlakuan, yang terdiri atas kelompok kontrol negatif, kontrol positif (metformin 1,3 mg/20 gBB), tiga kelompok kombinasi metformin dengan ekstrak daun andong pada dosis 150, 300, dan 600 mg/kgBB, serta tiga kelompok perlakuan ekstrak tunggal dengan dosis yang sama. Perlakuan diberikan selama 14 hari, dengan pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke-0, ke-7, dan ke-14 menggunakan alat glukometer. Secara deskriptif, kelompok kombinasi metformin dengan ekstrak daun andong dosis 600 mg/kgBB menunjukkan penurunan kadar glukosa darah paling besar, yaitu sebesar 241,5 mg/dL. Namun demikian, hasil uji post-hoc Bonferroni terhadap rata-rata antar kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada setiap pasangan perbandingan (seluruh nilai p>0,05; sebagian besar p=1,000). Hal ini diduga dipengaruhi oleh besarnya variasi data serta jumlah sampel yang terbatas (n=4 per kelompok), sehingga menurunkan kekuatan uji statistik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun andong memiliki potensi sebagai terapi adjuvan untuk diabetes melitus, namun penelitian ini masih berada pada tahap pra-klinik menggunakan hewan coba, sehingga diperlukan penelitian lanjutan pada tahap uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.


