Uji Aktivitas Penurunan Kadar Asam Urat Pada Mencit Fraksi Etil Asetat Daun Matoa (Pometia pinnata) Dengan Allopurinol
Kata Kunci:
Hiperurisemia, Daun Matoa (Pometia Pinnata), Fraksi Etil Asetat, Allopurinol, KuersetinAbstrak
Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang dapat menyebabkan nyeri akibat penumpukan kristal pada sendi. Daun matoa (Pometia pinnata) mengandung senyawa flavonoid quersetin yang berperan sebagai penghambat enzim xantin oksidase, sehingga dapat menurunkan pembentukan asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh fraksi etil asetat daun matoa, baik secara tunggal maupun dalam kombinasi dengan allopurinol, terhadap penurunan kadar asam urat pada mencit hiperurisemia serta membandingkan efektivitas keduanya. Sebanyak 24 ekor mencit dibagi menjadi delapan kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 1%), kontrol positif (allopurinol), fraksi tunggal 50, 100, dan 200 mg/kgBB, serta kombinasi fraksi dengan allopurinol. Kondisi hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat dan sari biji melinjo, kemudian kadar asam urat diukur pada hari ke-0, 6, 9, 12, dan 15 serta dianalisis dengan ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa fraksi dosis 200 mg/kgBB memberikan penurunan kadar asam urat terbesar pada kelompok tunggal, sedangkan kombinasi dosis 100 mg/kgBB dengan allopurinol menghasilkan penurunan paling signifikan dibanding kelompok lainnya. Disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun matoa, baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan allopurinol, memiliki efektivitas lebih rendah dalam menurunkan kadar asam urat dibandingkan allopurinol saja.


