Evaluasi Drug Related Problems (DRPs) Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Pasien Pediatri Di Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam

Penulis

  • Suci Fitriani Sammulia Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis
  • Sri Hainil Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis
  • Hesti Risky Tifany Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis

Kata Kunci:

ISPA, Pediatri, Antibiotik, Evaluasi Obat, DRPs

Abstrak

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai pada pasien pediatri dan berpotensi menimbulkan Drug Related Problems (DRPs) apabila terapi obat tidak diberikan secara tepat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola penggunaan obat, kejadian DRPs, serta keterkaitannya dengan karakteristik pasien anak penderita ISPA di Puskesmas Tanjung Buntung Kota Batam. Penelitian dilakukan menggunakan desain deskriptif kuantitatif pada 80 pasien berusia 1–9 tahun, yang dipilih berdasarkan rumus Slovin dari total 396 pasien selama Januari–Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amoksisilin merupakan antibiotik yang paling sering diberikan (63,6%), disertai terapi suportif berupa ambroksol (25,3%), cetirizine (20,3%), dan paracetamol (20,3%). Kejadian DRPs, meliputi dosis rendah (30%), dosis tinggi (25%), obat tanpa indikasi (13,75%), salah obat (11,3%), indikasi tanpa obat (11,25%), dan interaksi obat (7,5%). Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara usia dengan kategori dosis rendah (p=0,007) dan dosis tinggi (p=0,046), serta antara jumlah obat dengan kategori obat tanpa indikasi (p=0,008). Sementara jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan DRPs. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi ISPA pediatri di Puskesmas Tanjung Buntung paling banyak menggunakan antibiotik amoksisilin dan terapi suportif ambroxol, cetirizine dan paracetamol, dengan kejadian DRPs yang cukup banyak tetrjadi pada kategori dosis rendah dan tinggi, serta terbukti berhubungan signifikan dengan usia dan jumlah obat, namun tidak dengan jenis kelamin.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-13