Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Dispesia Dengan Penyakit Penyerta Di Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam

Penulis

  • Salsa Aulia Putri Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis
  • Suci Fitriani Sammulia Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis
  • Rastria Meilandai Institut Kesehatan Mitra Bunda Penulis

Kata Kunci:

Dispepsia, Penyakit Penyerta, Interaksi Obat, Puskesmas

Abstrak

Dispepsia merupakan salah satu gangguan pencernaan dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan sering disertai penyakit penyerta yang membutuhkan terapi kombinasi. Kondisi ini meningkatkan risiko interaksi obat yang dpaat menurunkan efektivitas atau meningkatkan efek samping terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase kejadian interaksi obat, tingkat keparahannya, serta hubungan dengan penyakit penyerta pada pasien dispepsia di Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam. Metode ppenelitina yang digunakan menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif terhadap 62 pasien, dengan data diperoleh dari rekam medis dan analisis menggunakan Drug Interaction Checker serta uji yang digunakan Chi-Square. Hasil menunjukkan penyakit penyerta terbanyak adalah hipertensi essesnsial (41,94%), diikuti ISPA (38,71%), dan diabetes melitus tipe 2 (19,35%). Sebagian besar pasien tidak mengalami interaksi obat (61,29%), sedangkan interaksi moderate ditemukan pada (30,65%), pasien dengan interaksi minor pada (8,06%). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara penyakit penyerta dengan tingkat keparahan interaksi (o=0,047). Kesimpulannya, interaksi obat pada pasien dispepsia dengan penyakit penyerta masih perlu perhatian khusus melalui pemantauan obat yang lebih ketat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-13