Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Ny. S Dengan Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Dan Gangguan Pola Tidur Di Dusun Niten Gempolan Trirenggo Bantul Yogyakarta
Kata Kunci:
Hipertensi, Lansia, Senam Anti Stroke, Resiko Perfusi Serebral Tidak EfektifAbstrak
Hipertensi atau “Silent killer” merupakan penyakit yang banyak dijumpai di lingkungan masyarakat. Hipertensi banyak dijumpai pada lansia, dikarenakan lansia rentan mengalai berbagai penyakit degeneratif dibandingkan usia lainnya. Tujuan: membantu klien dalam menangani hipertensi serta memberikan asuhan keperawatan yang sesuai. Metode: studi kasus yang didapat melalui pendekatan asuhan keperawatan gerontik meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil: menunjukkan bahwa Ny S mengalami hipertensi dan tidak mengetahui perawatan yang tepat. Penanganan hipertensi pada lansia perempuan memerlukan pendekatan yang menyeluruh, meliputi pengendalian tekanan darah melalui terapi farmakologis dan modifikasi gaya hidup, seperti diet sehat, olahraga ringan, dan manajemen stres.Seiring proses penuaan, elastisitas pembuluh darah menurun, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dan penurunan fungsi kardiovaskular Kondisi ini sering tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga banyak penderita tidak menyadari adanya peningkatan tekanan darah. Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke iskemik, gagal jantung, dan gangguan ginjal. Salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah risiko stroke pada lansia adalah senam anti stroke. Senam ini terdiri dari gerakan ringan yang terstruktur, meliputi latihan pernapasan, peregangan, dan gerakan motorik halus yang disesuaikan dengan kemampuan fisik lansia. Selain membantu memperlancar sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah, senam anti stroke juga berperan dalam meningkatkan keseimbangan, koordinasi, serta kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Kesimpulan: Edukasi dalam penelitian ini mendapatkan keberhasilan dan mampu meningkatkan pemahaman mengenai perawatan hipertensi. Pendekatan yang holistik mengabungkan antara edukasi berisikan senam hipertensi yang sederhana sehingga mudah diingat untuk lansia dan dapat dilakukan kapan saja.


