Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun Ruku-Ruku (Ocimum Tenuiflorum) Terhadap Jamur Malassezia Furfur
Kata Kunci:
Ocimum Tenuiflorum, Antijamur, Ekstrak Etanol, Metode Difusi Cakram, Malassezia FurfurAbstrak
Pityriasis versicolor atau yang biasa disebut dengan panu merupakan penyakit kulit akibat jamur Malassezia furfur yang menyerang stratum korneum (lapisan kulit paling luar). Malassezia furfur adalah jenis jamur ragi (yeast) umumnya ditemukan pada individu yang aktif secara fisik dan banyak berkeringat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum) terhadap Malassezia furfur serta menentukan konsentrasi paling efektif. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan metode difusi cakram. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Konsentrasi uji ekstrak yaitu 400 µg/disk, 500 µg/disk, 600 µg/disk dengan kontrol positif ketokonazol 30 µg/disk dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil uji rata-rata diameter zona yang dihasilkan dan efektivitas relatif terhadap kontrol positif dari masing-masing konsentrasi yaitu 9,4 mm (48,45%), 13,1 mm (67,25%), dan 14,2 mm (73,19%). Kontrol positif menghasilkan zona hambat 19,4 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan hambatan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun ruku ruku memiliki aktivitas antijamur terhadap Malassezia furfur dengan efektivitas terbaik pada konsentrasi 600 µg/disk. Sehingga konsentrasi ekstrak menghasilkan efek inhibisi yang tidak berbeda dari signifikan dibandingkan dengan kontrol positif (P < 0.001).


