Penerapan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Lansia Di Desa Air Terbit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar

Penulis

  • Nurul Fadillah Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis
  • Yeni Devita Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis
  • Emul Yani Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis
  • Arlia Purwaningsih Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis

Kata Kunci:

Lansia, Kecemasan, Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT)

Abstrak

Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok rentan yang mengalami penurunan fungsi fisik, psikologis, dan sosial sehingga berisiko tinggi mengalami gangguan kecemasan. Kecemasan pada lansia dapat berdampak terhadap kualitas hidup, pola tidur, fungsi fisiologis, serta kemampuan berinteraksi sosial. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yaitu terapi komplementer yang mengombinasikan aspek spiritual, psikologis, dan stimulasi sistem energi tubuh melalui teknik tapping. Tujuan karya ilmiah berbasis Evidence Based Practice ini adalah untuk menerapkan terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia di Desa Air Terbit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan adalah penerapan asuhan keperawatan jiwa dengan teknik studi kasus pada dua orang lansia yang mengalami kecemasan. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Geriatric Anxiety Inventory (GAI) sebelum dan sesudah intervensi. Terapi SEFT diberikan selama tiga hari dengan durasi 15–20 menit setiap sesi, melalui tahapan set up, tune in, dan tapping. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan pada kedua lansia, ditandai dengan berkurangnya gejala gelisah, ketegangan, gangguan konsentrasi, serta perbaikan respon emosional dan fisiologis. Lansia juga menunjukkan peningkatan rasa tenang, relaksasi, dan kemampuan mengelola kecemasan secara mandiri. Kesimpulan Terapi SEFT efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan kecemasan pada lansia dan dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan jiwa berbasis bukti di komunitas.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-13