Penerapan Terapi Penerapan Terapi Audio Murotal Terhadap Surah Pasien Ar-Rahman Halusinasi Pendengaran Di RSJ Tampan Provinsi Riau
Kata Kunci:
Halusinasi Pendengaran, Terapi Murotal, Surah Ar-RahmanAbstrak
Halusinasi pendengaran merupakan gejala dominan pada pasien skizofrenia yang sering memicu komplikasi klinis serius, seperti perilaku kekerasan dan percobaan bunuh diri. Di RSJ Tampan Provinsi Riau, prevalensi halusinasi mencapai angka yang signifikan, sehingga diperlukan intervensi komplementer guna mendukung efektivitas terapi farmakologis. Terapi audio murotal Surah Ar-Rahman merupakan salah satu bentuk intervensi psikoreligius yang dipercaya mampu menstimulasi gelombang otak untuk menciptakan efek relaksasi dan ketenangan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi audio murotal Surah Ar-Rahman dalam menurunkan skor halusinasi pada pasien dengan gangguan persepsi sensori di RSJ Tampan Provinsi Riau. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus berbasis Evidence Based Practice (EBP) terhadap dua orang subjek (Tn. N dan Tn. A) dengan diagnosis gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi diberikan selama lima hari berturut-turut dengan frekuensi tiga kali sehari selama 20 menit per sesi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi dan standar evaluasi berdasarkan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil Setelah dilakukan intervensi selama lima hari, kedua subjek menunjukkan penurunan frekuensi halusinasi dan perbaikan kontrol diri yang signifikan. Skor evaluasi SLKI menunjukkan peningkatan pada Tn. N pretest 18 menjadi postest 22 dan Tn. A pretest 16 menjadi postest 20, yang mengindikasikan bahwa masalah persepsi sensori telah teratasi secara klinis. Pasien melaporkan merasa lebih tenang dan mampu mengalihkan suara-suara bisikan melalui pendengaran murotal tersebut. Kesimpulan Penerapan terapi audio murotal Surah Ar-Rahman efektif dalam menurunkan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa. Terapi ini direkomendasikan sebagai salah satu terapi modalitas non-farmakologis yang dapat diintegrasikan dalam asuhan keperawatan jiwa di rumah sakit.


